Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Jumat, 13 Januari 2012
St. Hilarius
1 Samuel  8:4-7, 10-22a
Mazmur 89:16-17, 18-19
Markus 2:1-12

SETELAH menyembuhkan orang kusta, hari ini Yesus membuat orang lumpuh dapat berjalan. Namun ada yang berbeda dengan perkataan Yesus pada Injil kemarin. Hari ini Yesus tidak langsung menyuruh si lumpuh untuk berjalan, melainkan pertam-tama Ia bersabda : “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni” (Markus 2:5).

Diceritakan bahwa si lumpuh bangun, mengangkat tempat tidurnya, dan pergi ke luar. Kita pun sama seperti si lumpuh. Terkadang kita masih belum bisa bangun dari dosa-dosa kita. Masih ada yang hobi mencontek, berbohong, malas belajar sampai malas ke gereja. Sama seperti si lumpuh yang bertahun-tahun menempel terus dengan tempat tidurnya, kita pun menempel terus pada dosa-dosa ‘favorit’ kita…

Yesus memang berkuasa mengampuni dosa (Markus 2:10), namun kehendak melakukan dosa sepenuhnya datang dari diri  kita sendiri, karena kita adalah makhluk dengan kehendak bebas. Yesus telah lebih dulu mengampuni kita, yang harus kita lakukan adalah bangun, mengangkat dosa kita, dan pergi jauh-jauh dari itu semua. St. Hilarius pun tidak terlahir kudus, pada usia setengah baya ia dan keluarganya bertobat, dan kini Hilarius dikenal sebagai pujangga gereja. Ayoo… kobarkan terus semangat pertobatan itu… [Pp]

Kapankah aku mau bangun dan mengangkat dosa ‘favorit’ ku?






DOA (†)
Yesus Mahapengampun, aku menyesal akan dosa-dosaku. Amin(†)

 

Sumber:

Renungan harian ImagoDei