Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Bacaan I: Yes. 49:1-6; Bacaan II:Kis. 13:22-26; Bacaan Injil: Luk. 1:57-66,80.

Meneladani Yohanes Pembaptis

 

Hari ini Gereja merayakan Kelahiran Yohanes Pembaptis. Seperti diceritakan dalam Injil Lukas 1:57-66,80 bahwa Yohanes adalah anak Zakharia dan Elisabet. Lukas menuliskannya sangat lengkap. Kisah hidup Yohanes Pembaptis dipenuhi dengan drama, bahkan sejak masih di dalam kandungan [Luk.1:39-45].
Kemudian saat pemberian nama ketika dia lahir yang diwarnai dengan munculnya nubuat kidung sang ayah Zakharia yang terkenal itu [Luk.1:68-79]. Sosok Yohanes Pembaptis ditampilkan lagi ketika sudah dewasa saat berseru-seru di padang gurun mempersiapkan jalan Tuhan [Luk.3:3-6]. Seorang ahli sejarah Yahudi menyebut tahun 27-28 ketika itu. Kisah hidup Yohanes berakhir tragis. Penguasa saat itu Herodes Antipas memenggal kepala Yohanes. Yohanes hanya sempat tampil di depan khalayak sekitar 2 tahun. Yohanes Pembaptis yang bicaranya lantang dan lugas punya banyak pengikut. Kemunculannya dikira sebagai mesias yang ditunggu publik. Paling sedikit ada dua peranan amat penting dari sosok Yohanes Pembaptis.
Pertama sebagai nabi yang mempersiapkan, menyeru dan meluruskan jalan untuk Tuhan [Kis 13:24-25]. Yohanes Pembaptis inilah yang disebut sebagai 'nabi peralihan' antara era Perjanjian Lama dengan Perjanjian Baru. Kedua sebagai pembaharu baptis sebagai syarat pertobatan individu yang mempertegas hakikat penyucian eskatologis [Luk.3:16-17]. "Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa dari padaku akan datang dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api. Alat penampi sudah di tangan-Nya untuk membersihkan tempat pengirikan-Nya dan untuk mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung-Nya, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan." Apa yang bisa kita teladani dari Yohanes Pembaptis untuk jaman ini? Ketegasan terhadap godaan duniawi seperti pujian, ketenaran, dan harta benda. Konsistensi Yohanes Pembaptis untuk melayani dan mempersiapkan jalan bagi Tuhan. Yang tak kalah penting bagi kehidupan kita sebagai orang Katolik adalah kerendahan hati. Seperti dikatakan Yohanes Pembaptis sendiri [Yoh.3:30]: "Ia (Yesus) harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil." (VH)