Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Bacaan I: Yeh. 17:22-24; Bacaan II: 2Kor. 5:6-10; Bacaan Injil: Mrk. 4:26-34.

KERAJAAN ALLAH DAN PERUMPAMAAN BENIH

 

Yesus berbicara tentang Kerajaan Allah. Suatu realitas yang tak mudah untuk dipahami. Penjelasan tentang Kerajaan Allah itu dinarasikan dalam perumpamaan tentang benih. Istilah Kerajaaan Allah sendiri kerap ditemukan dalam Injil Markus dan Lukas. Ada dua perumpamaan dalam Injil Markus ini. Pertama: "Kerajaan Allah seumpama orang yang menaburkan benih di tanah...." [4:26- 29]. Kedua: “Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah...” [Mrk 4:30-33].
Perumpamaan Yesus yang pertama, hanya ada di Injil Markus. Makna Kerajaan Allah ini bernilai kebesaran, kemuliaan, dan kekuasaan Tuhan. Penekanan perumpamaan ini ada pada aspek kuasa Ilahi yang bekerja secara menakjubkan dan tidak bergantung pada upaya manusia. Kehadiran dan campur tangan misteri Allah sendirilah yang menggerakkan hati hingga bertumbuh kembangnya iman.
Dalam perumpamaan kedua, Yesus menggambarkan Kerajaan Allah itu seumpama biji sesawi, yang bila ditaburkan di tanah yang cocok maka akan bertumbuh menjadi besar [4:30-34]. Biji sesawi adalah biji yang sangat kecil dan terkenal di tanah Palestina (Ensiklopedi Perjanjian Baru - Xavier Leon-Dufour SJ). Tanaman sesawi (Ynkokkos sinapeos) yang banyak ditemukan di sekitar Laut Genesaret bisa menjulang tinggi hingga 4 meter.
Bagaimana memahami kedua perumpamaan yang sekilas amat mirip ini? Dalam perumpamaan tentang Kerajaan Allah terkandung ajakan untuk membiarkan bibit itu bertumbuh seturut daya Ilahi. Agar biji dapat bertumbuh kembang semestinya, lahan tanah harus dijaga, disiangi dan terus dipupuk. Proses tumbuh kembang secara internal biji itu hingga menjadi tumbuhan dan akhirnya berbuah lebat, tetaplah menjadi rahasia Ilahi. Ketika kita memahami makna dari perumpamaan ini maka kita akan menjadikannya sebagai bagian dari pengajaran yang dapat menumbuhkembangkan rasa percaya kepada daya keilahian itu sendiri.
Yesus pun dalam menghadirkan Kerajaan Allah di dalam diri kita masing-masing seperti sebaran benih sesawi. Dalam kehidupan nyata ketika benih-benih iman dijaga, disiram, dan dipupuk dengan baik maka ia akan bertumbuhkembang secara baik pula, meneduhkan, serta berguna bagi banyak orang. (VH)