Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Bacaan I: Im. 13:1-2,44-46; Bacaan II :1Kor. 10:31-11:1; Bacaan Injil Mrk. 1:40-45.

MERANGKUL YANG TERBUANG

 

"Mengagumkan dan menggetarkan" Itu reaksi yang timbul ketika menyaksikan sekelompok anak muda, naik ke atas panggung di sebuah tempat di Bandung. Di bawah tatapan ratusan mata, Sang Ketua Kelompok berbicara dengan suara lantang dan meyakinkan : "Kami semua dulu adalah orang-orang yang hancur. Bukan hanya kami yang hancur, tapi kami juga sudah menghancurkan orang-orang yang lain". Sambil menunjuk teman-temannya, dia melanjutkan : "Kami mantan bandar narkoba, mantan pembunuh, mantan pencuri, mantan pemerkosa, mantan pekerja malam, mantan penari streaptease. Namun satu hal yang dahsyat YESUS SANGAT MENGASIHI SETIAP KAMI. Yesus itu ajaib dan luar biasa.
Kami yang terbuang, yang hancur, yang kotor, yang najis dipulihkan dan disucikan oleh Darah Yesus Kristus" (Youtube : myhome indonesia.org). Gambaran yg sama kita temukan dlm Injil Markus hari ini. Kisah ini penting karena ditulis juga oleh Mateus (8:1-4) dan Lukas (5:12-16) yaitu tentang "Penyembuhan Orang Kusta". Mengapa penting? Penyakit kusta adalah penyakit yang sangat menjijikkan bahkan dianggap sebagai kutukan. Kitab Imamat membahasnya dalam 2 pasal (13:1-59 dan 14:1-57). Karena kutukan, maka jika seorg kena kusta, dia harus dibawa kepada para imam, yang akan memutuskan, apakah dia kena kusta atau tidak. Jika benar, maka “dia harus berpakaian yang cabik-cabik, rambutnya terurai dan harus menutup mukanya sambil berseru : najis, najis. Dia harus diasingkan !” (Im. 13:45). Orang kusta dibuang keluar kampung dan tinggal di gua-gua.
Jadi, selain sakit secara fisik, orang kusta sakit secara psikis. Maka, kisah penyembuhan orang kusta dalam injil hari ini sangat menggemparkan. Pertama, bagaimana orang kusta tahu bahwa Yesus bisa menyembuhkan. Kedua, orang kusta begitu berani menerobos kerumunan banyak orang di bait Allah. Dan respons Yesus sbb. : 1) tergeraklah hatiNya; 2) mengulurkan tanganNya; 3) menjamah orang itu; 4) berkata “Aku mau, jadilah engkau tahir”. Apa yang kita pelajari dari peristiwa ini ? Pertama, perbuatan baik selalu berawal dari hati. Apapun yang kita lakukan dan ucapkan, kalau keluar dari HATI, pasti berbuahkan kebaikan. Kedua, mengulurkan tangan adalah tindakan pro aktif, ambil inisiatif, berani ambil resiko. Banyak niat baik, yang tdk berbuah kebaikan, karena tidak berani “memulai”. Ketiga, menjamah orang kusta. Menjamah orang kusta adalah perbuatan melawan hukum dan beresiko tinggi, karena siapapun yang menyentuh orang kusta pasti jadi najis dan bisa ketularan. Tapi Yesus berani ambil resiko itu karena cintaNya kepada manusia, khususnya mereka yang terkucil, terbuang, terpinggirkan. Keempat, kata-kata Yesus penuh kekuatan "Jadilah engkau tahir" (1:41). Firman Allah slalu punya daya yg sangat efektif. Orang yang mengandalkan hidupnya pada Firman Allah, pasti akan hidup bahkan memperoleh hidup yang kekal.. (YS)