Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Bacaan I: Ayb 7:1-4,6-7; Bacaan II :1Kor 9:16-19,22-23; Bacaan Injil Mrk 1:29-39.

ALLAH HADIR DALAM PENDERITAAN KITA

 

Sebuah pertanyaan mendasar : “Mengapa ada penderitaan?” Dlm bacaan pertama, Ayub bergulat dgn pertanyaan itu. “Bukankah manusia hrs bergumul di bumi ..malam penuh kesusahan ..dicekam oleh gelisah sampai dini hari” (Ayub 7:1-6). Ayub sangat saleh, berbudi baik dan kaya raya. Namun dlm tempo singkat seluruh hartanya ludes dirampok dan ke-7 anaknya mati tertimpa runtuhan rumah. Bahkan dia sendiri menderita penyakit kulit yg menjijikkan.
Mengapa orang saleh bisa menderita ? Dlm permenungannya yg panjang (42 bab) - Ayub tdk memperoleh jawaban apapun atas pertanyaan itu. Namun melalui penderitaannya, dia mengalami kehadiran Allah. “Kalau selama ini hanya dari orang saja aku mendengar ttg Engkau, tapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau” (Ayub 42:5). Realitas penderitaan itu muncul sejak manusia pertama jatuh dlm dosa. Firman Allah : “..terkutuklah tanah krn engkau; dgn bersusah payah engkau akan mencari rejekimu...” (Kej 3:17). Sejak saat itu penderitaan selalu dikaitkan dgn dosa.
Allah mengganjar orang baik dan menghukum orang jahat. Namun pandangan itu dibantah oleh kisah Ayub. Para murid Yesus juga menggugat pandangan itu, ketika menemukan seorg anak yg lahir buta. “Siapa yg berbuat dosa, orang ini sendiri atau orangtuanya ?“ (Yoh 9:1). Yesus menjawab : “Bukan dia, bukan juga orangtuanya, tapi pekerjaan Allah hrs dinyatakan di dlm dia” (Yoh 9:2). Injil hari ini membuktikan hal itu. Ketika berada di Kaparnaum Yesus menyembuhkan banyak orang. Mula-mula Yesus menyembuhkan seorang yg kerasukan setan; kemudian menyembuhkan mertua Simon Petrus. Setelah matahari terbenam, Yesus menyembuhkan banyak orang (Mrk 1:21-34). Apa makna yg kita petik dari bacaanbacaan hari ini ? Pertama : penderitaan tdk ada kaitan langsung dgn dosa. Tidak selamanya org berdosa menderita dan org saleh hidup bersenang-senang. Kedua, penderitaan adalah momen utk mengalami kehadiran Allah. Pengalaman Ayub dan penegasan Yesus menyatakan bhw “melalui penderitaan, Allah menyatakan kehadiran dan karyaNya”. Ketiga, Yesus adalah Penyembuh sejati.
Seperti Dia telah menyembuhkan berbagai penyakit, kitapun mampu disembuhkanNya, asal kita datang kepadaNya dgn penuh iman. Ini jaminan Tuhan : ”Marilah kepadaKu, semua yg letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Mat 11:28). Keempat, ungkapan syukur atas pengalaman penyembuhan hrs diwujudkan dlm tindakan nyata, seperti yg dilakukan mertua Petrus (Mat 1:31). Rasul Paulus menegaskan hal itu dlm bacaan II : "Celakalah aku jika aku tdk mewartakan injil dan aku boleh memberitakan injil tanpa upah" (1 Kor 9:16-18).