Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Bacaan I: Ul 18:15-20; Bacaan II :1Kor 7:32-35; Bacaan Injil Mrk 1:21-28

“Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa”

 

Berbeda dengan penulis-penulis Injil yang lain, Markus memulai kisah karya pertama Yesus dengan pengajaran di rumah ibadat di Kapernaum. Tetapi secara khusus Markus tidak menceritakan apa saja yang dikatakan atau diajarkan Yesus, melainkan ia menceritakan bagaimana roh jahat mengenali Yesus sebagai: “Yang Kudus dari Allah”, dan semua orang takjub karena Yesus mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat. Kiranya Markus ingin menekankan “kuasa” dalam setiap perkataan Yesus. Dan bagi orang-orang Yahudi yang semuanya hapal akan isi kitab-kitab Taurat, tentunya peristiwa ini merupakan penggenapan akan perkataan Musa pada bacaan pertama yaitu, “seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.” Karena walaupun ada banyak nabi-nabi setelah Musa, tetapi yang setiap perkataan-Nya adalah Firman Allah hanyalah Yesus, itulah sebabnya pendengar Yesus semuanya takjub, karena begitu besar kuasa yang hadir melalui perkataan Yesus, yang bahkan roh jahatpun tidak tahan mendengarnya.
Bagi kita umat Kristus pada jaman sekarang, apakah kita juga takjub mendengar perkataan-perkataan Yesus yang dibacakan pastor di dalam perayaan Ekaristi? Ataukah sebaliknya kita sudah merasa agak bosan mendengarnya, dan pikiran kita kemana-mana saat perkataan Yesus dibacakan? Apa sajakah suara yang mengalihkan perhatian kita dari perkataan Tuhan dalam hidup kita? Berapa jam TV di rumah kita menyala dalam sehari? Berapa jam laptop dan handphone kita lihat dalam sehari? Tujuh belas hari lagi adalah hari Rabu Abu, dan kita memasuki masa Prapaskah, kiranya patut bila kita mulai lebih memperhatikan perkataanperkataan Yesus dalam hidup kita. Seperti yang dikatakan Mazmur yang dinyanyikan hari ini: “Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya! Janganlah keraskan hatimu”, dan disimpulkan oleh Paulus dalam bacaan kedua: “supaya kamu melakukan apa yang benar dan baik, dan melayani Tuhan tanpa gangguan.” – Aj