Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Bacaan I :Why 11:19a:12:1,3-6a,10ab; Bacaan II :1Kor 15:20-26; Injil : Luk 1:39-56

HR SP Maria Diangkat Ke Surga

 

Hari ini kita merayakan Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga yang dimaklumatkan oleh Paus Pius XII dihadapan 500,000 umat yang memadati St Peter’s Square pada tanggal 1 November 1950 dalam Munificentissimus Deus, bahwa “Bunda Allah yang Tak Bernoda Dosa, Maria yang tetap perawan selamanya, sesudah menyelesaikan perjalanan hidupnya di dunia, diangkat memasuki kemuliaan di surga beserta badan dan jiwanya.” Keyakinan akan Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga telah lama ada dalam Gereja kita antara lain dikotbahkan oleh Uskup Theoteknos dari Livias (550-650) “Sebab Kristus mengambil kemanusiaan-Nya yang tak bernoda dari kemanusiaan Maria yang tak bernoda; dan apabila Ia telah mempersiapkan suatu tempat di surga bagi para Rasul-Nya, betapa terlebih lagi Ia mempersiapkan nya bagi Bunda-Nya; jika Henokh telah diangkat dan Elia telah naik ke surga, betapa terlebih lagi Maria, yang bagaikan bulan bercahaya cemerlang diantara bintang-bintang dan mengungguli segala nabi dan rasul ? Sebab bahkan meski badannya yang mengandung Tuhan merasakan kematian, badan itu tidak mengalami kerusakan, melainkan dipelihara dari kerusakan dan cemar dan diangkat ke surga dengan jiwanya yang murni dan tak bercela.”Konstitusi Dogmatis tentang Gereja dari Konsili Vatikan II, mengajarkan, “Akhirnya Perawan tak bernoda, yang tidak pernah terkena oleh segala cemar dosa asal, sesudah menyelesaikan perjalanan hidupnya di dunia, telah diangkat memasuki kemuliaan di surga beserta badan dan jiwanya. Ia telah ditinggikan oleh Tuhan sebagai Ratu alam semesta, supaya secara lebih penuh menyerupai Putranya, Tuan diatas segala tuan, yang telah mengalahkan dosa dan maut” (LG 59). Paulus juga menulis, “.. demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai yang sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya.” (1Kor 15:22-23). Semoga kita pun dapat meneladan Bunda Maria, memperoleh pengharapan untuk hidup dalam persekutuan dengan Kristus.
Amien (IS)