Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Bacaan I : Kej. 12:13.16-19; Bacaan II : Rm, 8:26-27; Injil : Mat. 13:24-43

KESABARAN

 

Jumat, 9 Juni 2017, Davidson Tantono (30) yang baru ambil uang Rp. 300 juta dari sebuah Bank dirampas tasnya dan ditembak oleh perampok di SPBU Dan Mogot. Dia meninggalkan seorang istri dan anak yang masih kecil. Selang 3 hari, tepatnya 12 Juni 2017, Italia Chandra Kirana Putri, calon dokter gigi, ditembak oleh perampok di Karawaci, Tangerang. Berita perampokan, pembunuhan dan kejahatan lainnya memenuhi media sosial setiap hari. Kadang muncul pertanyaan : mengapa Tuhan membiarkan kejahatan terjadi ?

Injil hari ini (Mat 13:24-33) coba memberi jawaban. Lewat perumpamaan, Tuhan menyajikan fakta bahwa “gandum dibiarkan tumbuh bersama dengan lalang” (ayat 24-30). Gandum representasi orang baik, sedang lalang : orang jahat. Artinya “orang baik dibiarkan hidup bersama orang jahat.” Apa maksudnya ? Pertama, Gereja adalah komunitas yang terdiri dari orang saleh dan orang berdosa. Kedua, Tuhan itu maha sabar. “Apabila mereka berdosa, Kauberi kesempatan untuk bertobat” (lh bacaan I, Keb. 12:19). John Newton (1725 – 1807), Kapten kapal penjual budak, kemudian bertobat dan menjadi Pendeta di Olney, Buckinghamshire, Inggris. Dalam lagunya “Amazing Grace,” John mengungkapkan imannya :“O Rahmat yg mengagumkan, penolong hidupku; Ku tlah sesat, didapatkan; kubuta pun sembuh.” Ketiga, kejahatan tidak bisa dihilangkan dengan menumpas kejahatan, melainkan dengan menambah kebaikan. Jika kita melakukan banyak kebaikan, banyak hal positif, maka kejahatan dan hal-hal negatif akan berkurang. Keempat, kekurangan dalam hidup bersama mendorong kita utk “belajar dan berkembang.” Kita belajar untuk diam, untuk bersikap sabar, rendah hati, memaafkan dan mengampuni. Kelima, kita tidak punya wewenang menghakimi orang lain, kecuali Tuhan. Paus Fransiskus mengatakan : “Who am I to judge” – “siapakah saya sehingga berani menghakimi ? Adakah orang paling benar sehingga ia tidak sedikitpun memiliki salah ? Kita sering menilai orang dari bungkusnya saja.” Fenomena orang jahat hidup bersama orang baik tidak bisa dihindarkan. Kekurangan, ketidaksempurnaan dan dosa adalah sesuatu fakta kehidupan. Yang bisa kita lakukan adalah tidak cepat menghakimi orang lain, terus memperbaiki diri dan “bersikap rendah hati, lemah lembut dan sabar.” (Ef 4:2)