Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Bacaan I: Ul 8:2-3,14b-16a Bacaan II: 1 Kor 10:16-17 Bacaan Injil : Yoh 6:51-58

Corpus Christi

 

Hari ini secara tradisi kita merayakan Corpus Christi, yaitu perayaan Tubuh dan Darah Kristus, dimana Gereja mengatakan: “Dalam Sakramen Ekaristi mahakudus, tercakuplah ‘dengan sesungguhnya, secara real dan substansial tubuh dan darah bersama dengan jiwa dan ke-Allahan Tuhan kita Yesus Kristus dan dengan demikian seluruh Kristus’” (Konsili Trente: DS 1651).

Pada bacaan Injil Yesus berkata, “Barangsiapa makan dagingKu dan minum darahKu, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman”.  (Yoh 6:54) Sebuah perkataan yang begitu keras sehingga banyak orang Yahudi, bahkan sebagian besar murid-murid Yesus pergi meninggalkan Dia, karena bagi mereka adalah tidak mungkin dan tidak terbayangkan mereka harus memakan daging dan meminum darah manusia. Mengapa Yesus berkata demikian? Bukankah akan lebih mudah dimengerti dan masuk akal bagi murid-murid-Nya bila misalnya Yesus mengatakan, “Barangsiapa makan (roti lambang dari) dagingKu dan minum (anggur lambang dari) darahKu, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman”, tetapi Yesus tidak mau berkata begitu, apapun resikonya.

Dari sini kita bisa melihat betapa Yesus menekankan sungguh-sungguh kehadiran diri-Nya dalam Ekaristi, dan kita bersyukur Gereja Katolik telah mempertahankan keyakinan ini, berbeda dengan kebanyakan saudara saudari diluar Gereja Katolik mempercayainya. Selain menegaskan kehadiran-Nya dalam Ekaristi, kita juga dapat merasakan…. saat Yesus mengucapkan kalimat itu, betapa besar kerinduan dalam hati Yesus agar umat-Nya memandang diri-Nya sebagai makanan dan minuman, yaitu dua hal yang bukan hanya setiap hari kita santap, tetapi juga kita cari dan persiapkan, dan merupakan hal yang terpenting dalam hidup, dipikirkan berkali-kali dalam sehari, bahkan seluruh kerja dan karya ditujukan adalah untuk memastikan kebutuhan ini tercukupi bagi diri sendiri dan keluarga.

Kiranya seperti itulah harapan Yesus pada kita, khususnya pada hari corpus Christi ini, kita diingatkan, bahwa bukan hanya Ekaristi adalah penjelmaan Tuhan, tetapi kerinduan Tuhan agar Ia dapat hadir setiap hari, setiap saat dalam hidup kita.—aj