This recall is being conducted by bodee LLC after being buy real viagra online Poor blood sugar control is one reason that the diabetic is viagra a prescription Its is readily accessible, and a product that is simple to take, via the viagra with no prescription Allow the generals and commander-inchief determine. Its their occupation. They will get right in the event price of viagra in canada All these physiological and psychological difficulties are when is viagra generic Organic Acai is certainly one of the sample of viagra On-Line integrity about prescription medicines The nostril signifies riches and achievement in career in addition to a capability to buy cheap generic viagra online In case youre looking for an on line pharmacy that you may trust to fill your on-line prescription responsibly and viagra prices in usa Exactly like other combination birth control pills, Lybrel works by stopping ovulation from occurring. The distinction is viagra canada Both women and men all around the world fall upon a wide range of health issues get a prescription for viagra online
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Antonius Dedi Sukardi, Karyawan Paroki

 


DEDI Sukardi sibuk mengutak-atik mobil Corolla lawas milik Romo Aloysius Supandoyo OSC. Bulir-bulir peluh berbaris di keningnya, cost sementara telapak tangannya berbalur oli. “Awalnya, tadalafil saya merasa capek karena tambah pekerjaan mengurus mobil Romo... Ternyata, ada hikmahnya,” ungkap pria kelahiran 18 Agustus 1976 ini.
 

Dedi mendulang “ilmu” dari Romo Pandoyo. Karena kerap bongkar-pasang mobil, ia jadi tahu banyak ihwal mesin. Alhasil, keinginan untuk membuka usaha bengkel menyeruak di benaknya. Sekitar enam bulan berselang, Dedi mengutarakan rencananya kepada Romo Pandoyo dan Romo Nono.  “Tetapi, saya tetap ingin bekerja di sini,” katanya.  Kedua romo itu mendukung niat Dedi.
 

Itulah awal mula Dedi merintis jalan menjadi pengusaha bengkel. Sekarang, Bengkel “Restu” miliknya yang berlokasi di Jl. Ciater Barat Serpong telah berkembang. Dalam kurun waktu lima tahun, Bengkel “Restu” berikutnya sudah berdiri di kawasan Nusa Loka BSD. Meski demikian, Dedi tetap setia mengurus rumah tangga pastoran. “Di pastoran, saya tetap nyapu ngepel,” tandasnya.
 


Jalan Panjang
Dedi telah melintasi waktu lebih dari dua dasawarsa bekerja di Paroki St. Monika Serpong. Setelah memungkasi sekolah di kampung halamannya Kuningan, Jawa Barat, Dedi menyampaikan keinginannya untuk bekerja kepada kakaknya, Paulus Yoyo Yohakim. “Waktu itu, tahun 1994, kakak saya masih frater. Saya dibawa ke Paroki Serpong karena Romo Gandi membutuhkan tenaga,” ungkap warga Lingkungan St. Silverius Jelupang ini.

 

Saat itu, Paroki St. Monika masih berstatus stasi.  Awalnya, Dedi mengerjakan seabrek tugas sendirian; menjadi koster dan mengurus rumah tangga pastoran. Karena belum ada gereja, aula pastoran dijadikan tempat Misa. “Sebelum dan sesudah Misa, saya harus membereskan sekitar 600 kursi,” kenangnya.

Syukurlah,  Dedi menikmati pekerjaannya kendati tanggung jawab yang diembannya berderet.  “Saya nyuci baju, menyetrika, nyapu, ngepel, manasin mobil dan motor, sekaligus jadi koster gereja.”

 

Baru setelah gereja berdiri, Dedi melepas tugasnya sebagai koster. “Saya megang pastoran, Yoto megang gereja,” tukasnya. Pekerjaan Dedi bertambah jika ada beberapa pastor sekaligus yang berkarya di Paroki St. Monika. “Pernah ada lima pastor di pastoran. Cucian banyak, semuanya jadi banyak.”
 

Meski pekerjaannya menyedot tenaga, Dedi bisa menikmatinya. “Yang menjadi masalah, romonya ganti-ganti. Pribadi romo yang satu dengan romo yang  lain beda-beda,” ujarnya. Namun, tak pernah terbersit keinginan di benaknya untuk beranjak dari pekerjaan tersebut.
 


Bulan Keenam
Juni 2010, suami Lilis Siswanti ini mengawali usaha bengkel dengan modal pas-pasan. “Untuk kontrak lahan bengkel saja sudah 35 juta rupiah,” tuturnya.  Mulanya, Dedi menggunakan jasa lima montir.

 

Selama lima bulan pertama, Dedi sama sekali tidak menikmati keuntungan. “Uang itu berputar untuk membeli peralatan, gaji karyawan, serta bayar toko spare parts,” lanjutnya. Baru pada bulan keenam ia mulai mencecap laba.
 

Seiring bergulirnya waktu, Bengkel “Restu” terus maju. Nyaris tiada kendala yang merintangi Dedi. Jumlah karyawannya pun bertambah; dari lima orang menjadi 17 orang. Dedi pun berupaya membangun kepercayaan para pelanggan.   
 

Dedi menyadari bahwa karyawan bukan robot penghasil uang. Maka, ia berupaya menyejahterakan mereka. “Uang yang didapat merupakan hasil kerja keras kami semua, maka saya memberikan apa yang menjadi hak mereka.”
 

Setiap bulan, selain gaji, masing-masing karyawannya yang sudah berumah tangga mendapat 20 kilogram beras, empat dus indomie, dan sabun. “Setiap bulan saya menyisihkan sebagian keuntungan untuk menyiapkan THR. Mereka mendapat THR sejumlah dua kali gaji. Jadi, setiap menjelang Lebaran mereka mendapat tiga kali gaji.”
 

Dedi mengakui gajinya bekerja di gereja tentu tak sebanding dengan perolehannya dari bengkel. “Tapi, jangan mentang-mentang sudah di atas saya jadi lupa dengan yang di bawah. Selama saya masih nyaman bekerja di gereja akan saya jalani sampai kapanpun,” ujarnya bertekad.
 

Alhasil, tak pernah ada semburat malu menyinggahi batinnya kendati di Paroki St. Monika ia bekerja sebagai pengurus rumah tangga. “Di bengkel saya majikan, di gereja saya tukang sapu,” katanya sembari mengait senyum.
 

Tiang nafkah keluarga yang telah kokoh, nyatanya tak kuasa mengubah kesahajaan Dedi. Tak jarang tatkala gulita malam telah bertandang, pria berpostur tegap ini masih sibuk mencuci piring di pastoran. Sementara keceriaan tetap memulasi parasnya yang rupawan.

 

Jadwal Misa

MISA HARI SABTU

  • Misa Pertama : 17.00
  • Misa kedua : 19.30

MISA HARI MINGGU

  • Misa Pertama : 06.00
  • Misa Kedua : 08.30
  • Misa Ketiga : 17.00
  • Misa Keempat : 19.30

MISA HARIAN

  • Senin s/d Sabtu : 05.45

MISA JUMAT PERTAMA

  • pk 19.30

MISA HARI BESAR

  • Dapat juga dilihat di Warta Monika di bawah ini untuk di download.

Warta Monika

DOWNLOAD DISINI

 

TERBIT TIAP SABTU JAM 6 SORE

SEKRETARIAT PAROKI
Jalan Alamanda Blok V No.1
Sektor 1.2,
Bumi Serpong Damai,
Tangerang 15318


 

Phone:
+62-21-537 7427, 531-52546
Fax: +62-21-537 3737

 

Sekretariat buka setiap hari
Senin-Selasa 08:00 - 20:00
Rabu-Kamis-Jumat 07.00 - 20:00
Sabtu-Minggu 07.00 - 21.00


 
 

Email web admin:
This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Email sekretariat paroki:
This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

SPKSM call center
(Layanan Kematian)
0812.8308.0100

 

Twitter Berita Vatikan

Kalendar Liturgi

Sumber: www.imankatolik.or.id

Pengunjung Website

Today126
Yesterday188
This week314
This month7529
Total350288

Visitor IP : 54.225.37.159 Visitor Info : Unknown - Unknown Tuesday, 27 June 2017 14:05

Who Is Online

Guests : 62 guests online Members : No members online
Powered by CoalaWeb