Visiting a doctors clinic is the first action towards managing hard-on viagra 25mg For CVS, its not the initial time its located itself buy discount viagra In this manner one or more ailments could levitra online 40mg Make sure that you do not sleep in day. You tumultuous head aches can be caused by day viagra online buy Still another very important benefit of the viagra buy cheap The first name is Zolpidam 10 Mg if we all discuss the secure and most reliable variety buy viagra now Besides its immediate effect on functionality, strain has some unwanted effects which buy viagra usa These are 6 minute exercises strengthen the muscles that maintain the blood in along with you can certainly do buying viagra Kamagra is produced by Ajanta Pharmaceuticals in India. Its possible for you to take this medicine with a glass of buy brand viagra If you are afflicted with impotency and want buy viagra professional
Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Seri 19

TRIDUUM PASKAH

 katekese20180401

 

Kata bahasa Latin “Tridum” artinya “tiga hari”. Hubungannya dengan hari-hari yang sangat penting dalam tahun liturgi. Tridum Paskah mulai dengan Perjamuan Terakhir Tuhan (Kamis Suci), Kematian Tuhan (Jumat Suci) dan Kebangkitan Tuhan (Sabtu Suci), dan berakhir dengan Ibadat Sore pada hari Minggu Paskah. Empat hari yang disebutkan di sini, diperhitungkan sebagai tiga hari menurut konsep Gereja purba yang masih diikuti oleh kalendar liturgi. Hari mulai pada matahari terbenam hari sebelumnya dan berakhir pada matahari terbenan hari berikutnya.
Jadi, Tridum terhitung sejak matahari terbenam pada Kamis Suci sampai matahari terbenam pada Minggu Paskah: tiga hari lamanya kita merayakan penderitaan, kematian dan Kebangkitan Yesus. Hari-hari ini merupakan elemen tertinggi dari keseluruhan tahun liturgi. Juga merupakan hari-hari yang sangat dramatis dan sangat penting. Sepanjang tiga hari kita merayakan Penderitaan, Kematian dan Kebangkitan Yesus. Liturgi-liturgi utama dari Tridum memiliki suatu kesatuan – mereka mengalir ke dalam satu sama lain.
Pada akhir dari Kamis Suci tidak ada pembubaran umat (dismissal); pada permulaan Jumat Suci tidak ada salam. Meskipun liturgi-liturgi Tridum mengikuti kisah dari Penderitaan, Kematian dan Kebangkitan Yesus, namun liturgi-liturgi tersebut bukanlah sesuatu yang sederhana memerankan kembali peristiwa-peristiwa itu – suatu ‘Drama Penderitaan’, di mana kita pura-pura tidak tahu akhir. Kristus yang hadir pada Jumat Suci adalah Kristus yang dibangkitkan – melalui Kebangkitan-Nya kita fokus pada kematian-Nya di salib. Kesatuan ini dapat dilihat dalam ‘Antifon Pembuka’ dari Kamis Suci, ‘Kita pasti menang dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus.’ Dalam mengenangkan peristiwa-peristiwa Paskah pertama kita merayakannya sekarang ini. Pada saat kaki-kaki dicucikan pada Kamis Suci ini karena perintah Yesus untuk mengasihi dan melayani satu sama lain yang merupakan hal yang harus kita hidupkan zaman ini.

Bersambung ... P. Tinus Sirken, O.S.C..