Home
 
100_4981
100_5012
100_5019
mozaikgereja
pantiimam2017

Seri 11

MASA BIASA

 katekese20180128

 

Masa Biasa dipahami dari ungkapan Ordinari Time. Penggunaan kata ‘Ordinari’ di sini menekankan makna “urutan bilangan” yaitu penghitungan ‘waktu’ daripada makna ‘biasa-sederhana’.
Maka dalam Tahun Liturgi terdapat dua bagian dari Masa Biasa. Bagian pertama Masa Biasa, mulai dari pesta Pembaptisan Tuhan sampai pada Masa Prapaskah yaitu hari Rabu Abu. Selanjutnya, bagian kedua Masa Biasa, mulai dari pesta Pentekosta sampai kepada Masa Adven. Dengan demikian, Gereja menyediahkan 34 minggu untuk Masa Biasa.
Perhitungan lebih terperinci adalah sebagai berikut: Masa Biasa Minggu Pertama (Pekan Biasa I), dihitung mulai setelah Pesta Pembaptisan Tuhan pada hari Senin. Terdapat enam pekan biasa (Pekan Biasa I-VI) hingga sebelum Masa Prapaskah. Dilanjutkan dengan Masa Biasa Minggu Ketuju (Pekan Biasa VII), dihitung mulai setelah Hari Raya Pentekosta. Terdapat dua puluh delapan pekan biasa (Pekan Biasa VII-XXXIV) hingga sebelum Masa Adven.
Makna perayaan liturgi sepanjang Masa Biasa ini adalah Gereja Universal merayakan hidup Yesus Kristus, pelayanan-Nya dan pengajaran-Nya. Perayaan Masa Biasa ini dirayakan sepanjang lingkaran tahun liturgi, seturut tiga lingkaran tahun bacaan-bacaan Injil setiap tahun. Masa Biasa Tahun A/I = Injil Matius. Masa Biasa Tahun B/II = Injil Markus. Masa Biasa Tahun C/III = Injl Lukas. Injil Lukas dibacakan ‘semi-terus-menerus’. Ini berarti bahwa teks dibacakan supaya dapat ditemuakan dalam Injil tetapi ayat-ayat dihapuskan, contoh di mana yang kisah sama ditemukan di dalam Injil yang lain dan digunakan tahun yang lain.

Bersambung ... P. Tinus Sirken, O.S.C..